Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

My sweet dormitory

Gambar

MERINDUKAN PURNAMA

Gambar
Merindukan purnama
Oleh: RENI SOENGKUNIE

     Langit senja tlah ditarik perlahan. Sedikit demi sedikit. Kini tinggal pekatnya malam tanpa hiasan purnama. Ah, selalu saja begini. Jutaan mozaik emas yang tersebar seperti butiran wijen itu seolah berkedip-kedip. Merayu mataku untuk tak berhenti mengaguminya. Kutahu bintang kecil itu hanya ingin mengajakku bermain mata. Bersenda gurau ditengah dinginnya malam yang mencekam tubuhku.
Tidak! Malam ini aku malas bermain dengan bintang-bintang itu. Sudah terlalu sering kuhabiskan waktuku hanya untuk mendengarkan ocehan bintang kecil itu. Hambar rasanya. Toh bintang-bintang itu hanya diam melihat kesendirianku disetiap malam.
Aku masih terdiam diteras depan kala jarum jam tlah menunjukan pukul 01.00 dini hari. Entahlah, malam ini aku lebih senang menghabiskan malamku untuk memandangi langit seorang diri. Yah, sendiri. Hanya ada aku dan bayangan hitam mirib diriku.
Aku pun tak tahu kenapa purnama pun enggan keluar malam ini. Malu-malu bersembunyi di…

NANTIKAN AKU DIBATAS WAKTU

Gambar
UNTUK BELAHAN JIWA YANG MASIH DISEMBUNYIKAN Allah*

Duhai akhi
Yang kelak kan menjadi imam dalam sholat dan hidupku
Aku tak pernah tahu siapa engkau yang kan kulengkapi keganjilan tulang rusuknya
Entah engkau jauh ataupun dekat
Entah engkau ku kenal ataupun tak pernah berjumpa
Entah engkau seorang yg beriman ataupun seseorang yang sdang asyik menikmati dunia
Dan kuharap kita bertemu disebuah majelis yang drestui Allah

Wahai akhi,
Bila mana kau yakin akulah tulang rusuk yang hilang dari tubuhmu
Maka jemputlah ragaku dalam restu ilahi
Dengan janji suci
Yang bermahar kesungguhan

Bimbinglah aku kala ilmuku masih rendah
Kuatkan aku kala imanku melemah
Dan rengkuhlah tanganku kala putus asa merajaiku

Bangunkan aku sebuah rumah beratap takwa
Dengan dinding yang kan kuhiasi dengan kasih sayang
Kan ku pagari dengan kesetian
Dan kan kubuat sebuah taman surga didepan rumah kita.

Wahai akhi,
Aku selalu meminta pada Allah, untuk diberi hati yang luas hingga aku mampu menjadi penawar dalam luka hati…

untuk calon suamiku

Gambar
Bila memandang wajahmu, tidaklah haram, maka akan kupandang wajahmu setiap saat
Bila merindukanmu tidaklah salah
Maka akan ku jadikan malam dan siangku untk merindukanmu
Bila berada didekatmu tidaklah dosa
Maka kan kuhabiskan waktuku untuk berbincang dgnmu

Wahai akhi
Aku hanyalah wanita pemalu
Yang hanya bsa menundukan kpala ketika mataku tak sengaja menatap matamu
Yang tak mampu berkata kala aku berada disampingmu
Yang hanya bisa tersenyum kala hati bergejolak

Aku hanyalah wanita biasa
Yang mencintaimu dgn sederhana
Bila mana cinta itu bersyarat
Cukuplah imanmu sbg syarat atas cintaku
Dan karena Allah-lah aku mencintaimu

Akhi, dengarlah
Bukan hanya syair-syair cinta yang ingin ku dengar
Tp cukuplah senandung ayat-ayat suci sbg penyejuk hatiku
Bukan seperangkat alat sholat yg kupinta darimu,
Tp bgaimana kau mengimami sholatku
Bukan emas ataupun permata yg kupinta dr maskawinmu, tp bgaimana kau jadikanku perhiasan dlm hdupmu.
Bukan megahny rumah yg kau bangun untkku, tp cukup bangunkan…

belahan jiwa yang kunanti

Gambar
Aku selalu menunggumu
Meski aku tak tahu siapa dirimu
Aku selalu setia menantimu
Meski tak tahu seperti apa wajahmu
Dan aku selalu merindukanmu
Meski ku tak tahu keberadaanmu.

Dalam kesendirianku
Ku yakin kelak kau kan menemukanku
Kan kau jadikan aku pelengkap dari keganjilan tulang rusukmu

Dirimu
Lelaki yg kelak kan menua bersamaku
Mengarungi hari yang mungkin terasa berat untukmu
Sandarkanlah lelahmu dipundakku
Kan kuusap kegelisahan dibenakmu
Kan ku hiasi rinai hidupmu dgn senyumanku

Disebuah rumah kecil yg kau buat dgn cinta
Berpondasikan iman yg kuat
Berdindingkan kesabaran dan berhiaskan kasih sayang
Kan ku jaga semua dgn kesetian

Bukan indahnya intan permata yg kupinta
Bukan istana megah yang kuingin
Bukan pula tumpukan rupiah
Aku hanya ingin hidup apa adanya bersamamu

Dirimu
Yang kelak kan memujiku cantik
Meski kulitku tlah keriput, dan rambutku tlah memutih
Yang kan menyuapiku kala tanganku tak mampu lg kuangkat
Yang kan memapahku kala aku tak mampu berjalan

Kini biarkanlah …
KOTA WAJAH

Ditempat ini
Yang kata orang kotanya ibu kota
Kota penuh wajah

Tengoklah
Ribuan wajah yang terbingkai di pinggiran kota
Diam seperti lakon
Menunggu datangnya dalang kehidupan

Tak seperti kota tempo dulu
Kini modernisasi tlah menggusur wajah-wajah bersahaja itu
Sirna dalam timbunan tanah

Wajah kota
Wajah laki-laki tua yg mengaisi sampah diemperan jalan
Wajah wanita paruh baya yang menggiling keringatnya sendiri demi segelas susu
Wajah polos anak kecil yang menatap sendu koran ditangannya

Ini bukan kota yang sering mereka ceritakan
Bukan kota tempat para penderma
Bukan pula kota berpemimpin arif
Bukan kota penuh ketenangan
Bukan kota yg mudah untk mengais sesuap nasi

Inilah wajah kota yg sesungguhnya
Wajah para pemimpin berdasi yang tenang duduk disinggah sananya
Wajah si kaya yang tengah sibuk membangun istana emas
Dan wajah para pengumbar janji palsu diberbagai sudut kota.

Disini
Ditempat ini
Pengkerdilan nasib untuk si miskin
Pengobralan janji untuk si rakyat
Penindasan nyata untuk si kecil.

Inilah …

CINTA ITU

Gambar
cinta
dalam lirih ku dengar kata itu
cinta
cinta
cinta

menggema disetiap butir air mataku
menggetarkan hati yang terasa hambar
menyejukan jiwa dalam simponi malam

cinta
adakah cinta seputih susu yang keluar dari puting ibu?
adakah cinta yang tulus yang keluar dari keringat ayah?
dan adakah cinta yang fitri yang tak pernah henti diberikan Ilahi?

ah, aku tak tahu cinta
tak mengerti apa itu cinta
kesetian dan penghianatan
rasa sayang dan rasa benci
kesabaran dan kemunafikan

oh, dunia
katakanlah padaku
pada siapa kutanyakan arti cinta itu?

pada semilir angin kah?
pada gemercik air?
atau pada langit yang tersu saja menertawaiku

cinta
cinta
cinta

dalam lelahku ku ingin bersandar
membagi cinta pada cinta
menerima cinta dengan cinta
dan menghapus cinta dengan cinta

cinta
biarlah hidup abadi direlung hatiku

batam 19 febuari 2012

SI PENUNGGU PAGI

Gambar
dalam pekatnya malam yang berselimut dingin
kulihat wajah lelahmu dalam sebuah penantian
menyandarkan letihmu pada buaian malam

engkau, laki-laki yang hadir dalam kehidupanku
tak perlu kau bicarakan semua yang ada dihatimu padaku

ketahuilah duhai akhi
aku tak pernah menutup kedua mataku
aku sellau melihatmu
mengamati langkahmu yang lelah saat berjalan kearahku

aku tak pernah menyumpal kupingku
meski lirih kudengar hatimu yang merintih akan kerinduan


egoku memang sekeras karang
namun aku bukanlah manusia berhati beton
bukan pula wanita bermahar mahal yang angkuh akan  rayuanmu

aku selalu menghargai setiap jengkal langkahmu
selalu memperhatikan penantianmu yang tak tahu telah ribuan hari
didalam kesabaranmu kutanamkan simpati
didalam kesungguhanmu ku sirami hatiku
dan didalm penantian panjangmu ku tahu
seberapa besar kesabaran dan kesungguhanmu.

maaf akan aku yang tak mampu berucap
maaf kan aku bila keangkuhanku merobek hatimu
maafkan aku jika keacuhanku tlah melukaimu

tenanglah
aku ma…

buku harian soengkunie: GADIS-GADIS SENJA

buku harian soengkunie: GADIS-GADIS SENJA: Tak ada yang tahu kebisuanmu diam dalam kemolekanmu menutupi wajah senja yang lelah Tak perlu kau bicara tak kan ada telinga manusia y...

GADIS-GADIS SENJA

Gambar
Tak ada yang tahu kebisuanmu
diam dalam kemolekanmu
menutupi wajah senja yang lelah

Tak perlu kau bicara
tak kan ada telinga manusia
yang kan mendengar keluhmu

hanya mulu-mulut yang menganga
hanya mata-mata liar yang menghina
tutuplah kupingmu rapat-rapat
sumpal hingga suara itu tak kan
masuk dihatimu

tak usah kau jelaskan
senyum yang merona di pasar cantikmu
senyumanmu itu sampai kapanpun
tak kan mampu mencairkan hati-hati yang telah beku

usah kau menangis dalam geliat pagi
air matamu hanya kan terbuang sia-sia
tengoklah
mentari saja tak kan sombong menyinarimu
dan bintang-bintang akan terus menerangi malam-malam kelammu

tertawalah
dalam kesunyian hidumu
usah kau lihat butiran kebencian dimata mereka

kau
dan
malam
teruslah menjadi kupu-kupu yang terbang dilangitmu sendiri



batam, 05 febuari 2012

AKU DAN PURNAMA

Gambar
AKU DAN PURNAMA
oleh: reni soengkunie


aku
bersajak dengan senja
menghilang dalam indahnya siang matahari yang sirna

aku
aku
aku
terdiam menunggu purnama
menanti cahaya terang yang tlah lama ku rindukan
telur besar bercahaya

ah, aku tak tahu
aku merindu
aku mendamba
dan
aku menanti sang rembulanku

aku dan purnama yang hilang
sosok kosong dalam hidup
ah, aku

lelah
terpaku pada langit

temani aku
purnama

sirnalah dalam pelopak mataku

mukakuning, jan 2012


LOVE IN VALENTINE'S DAY

KADO VALENTINE OLEH: RENI SOENGKUNIE