Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012
KOTA WAJAH

Ditempat ini
Yang kata orang kotanya ibu kota
Kota penuh wajah

Tengoklah
Ribuan wajah yang terbingkai di pinggiran kota
Diam seperti lakon
Menunggu datangnya dalang kehidupan

Tak seperti kota tempo dulu
Kini modernisasi tlah menggusur wajah-wajah bersahaja itu
Sirna dalam timbunan tanah

Wajah kota
Wajah laki-laki tua yg mengaisi sampah diemperan jalan
Wajah wanita paruh baya yang menggiling keringatnya sendiri demi segelas susu
Wajah polos anak kecil yang menatap sendu koran ditangannya

Ini bukan kota yang sering mereka ceritakan
Bukan kota tempat para penderma
Bukan pula kota berpemimpin arif
Bukan kota penuh ketenangan
Bukan kota yg mudah untk mengais sesuap nasi

Inilah wajah kota yg sesungguhnya
Wajah para pemimpin berdasi yang tenang duduk disinggah sananya
Wajah si kaya yang tengah sibuk membangun istana emas
Dan wajah para pengumbar janji palsu diberbagai sudut kota.

Disini
Ditempat ini
Pengkerdilan nasib untuk si miskin
Pengobralan janji untuk si rakyat
Penindasan nyata untuk si kecil.

Inilah …

CINTA ITU

Gambar
cinta
dalam lirih ku dengar kata itu
cinta
cinta
cinta

menggema disetiap butir air mataku
menggetarkan hati yang terasa hambar
menyejukan jiwa dalam simponi malam

cinta
adakah cinta seputih susu yang keluar dari puting ibu?
adakah cinta yang tulus yang keluar dari keringat ayah?
dan adakah cinta yang fitri yang tak pernah henti diberikan Ilahi?

ah, aku tak tahu cinta
tak mengerti apa itu cinta
kesetian dan penghianatan
rasa sayang dan rasa benci
kesabaran dan kemunafikan

oh, dunia
katakanlah padaku
pada siapa kutanyakan arti cinta itu?

pada semilir angin kah?
pada gemercik air?
atau pada langit yang tersu saja menertawaiku

cinta
cinta
cinta

dalam lelahku ku ingin bersandar
membagi cinta pada cinta
menerima cinta dengan cinta
dan menghapus cinta dengan cinta

cinta
biarlah hidup abadi direlung hatiku

batam 19 febuari 2012

SI PENUNGGU PAGI

Gambar
dalam pekatnya malam yang berselimut dingin
kulihat wajah lelahmu dalam sebuah penantian
menyandarkan letihmu pada buaian malam

engkau, laki-laki yang hadir dalam kehidupanku
tak perlu kau bicarakan semua yang ada dihatimu padaku

ketahuilah duhai akhi
aku tak pernah menutup kedua mataku
aku sellau melihatmu
mengamati langkahmu yang lelah saat berjalan kearahku

aku tak pernah menyumpal kupingku
meski lirih kudengar hatimu yang merintih akan kerinduan


egoku memang sekeras karang
namun aku bukanlah manusia berhati beton
bukan pula wanita bermahar mahal yang angkuh akan  rayuanmu

aku selalu menghargai setiap jengkal langkahmu
selalu memperhatikan penantianmu yang tak tahu telah ribuan hari
didalam kesabaranmu kutanamkan simpati
didalam kesungguhanmu ku sirami hatiku
dan didalm penantian panjangmu ku tahu
seberapa besar kesabaran dan kesungguhanmu.

maaf akan aku yang tak mampu berucap
maaf kan aku bila keangkuhanku merobek hatimu
maafkan aku jika keacuhanku tlah melukaimu

tenanglah
aku ma…

buku harian soengkunie: GADIS-GADIS SENJA

buku harian soengkunie: GADIS-GADIS SENJA: Tak ada yang tahu kebisuanmu diam dalam kemolekanmu menutupi wajah senja yang lelah Tak perlu kau bicara tak kan ada telinga manusia y...

GADIS-GADIS SENJA

Gambar
Tak ada yang tahu kebisuanmu
diam dalam kemolekanmu
menutupi wajah senja yang lelah

Tak perlu kau bicara
tak kan ada telinga manusia
yang kan mendengar keluhmu

hanya mulu-mulut yang menganga
hanya mata-mata liar yang menghina
tutuplah kupingmu rapat-rapat
sumpal hingga suara itu tak kan
masuk dihatimu

tak usah kau jelaskan
senyum yang merona di pasar cantikmu
senyumanmu itu sampai kapanpun
tak kan mampu mencairkan hati-hati yang telah beku

usah kau menangis dalam geliat pagi
air matamu hanya kan terbuang sia-sia
tengoklah
mentari saja tak kan sombong menyinarimu
dan bintang-bintang akan terus menerangi malam-malam kelammu

tertawalah
dalam kesunyian hidumu
usah kau lihat butiran kebencian dimata mereka

kau
dan
malam
teruslah menjadi kupu-kupu yang terbang dilangitmu sendiri



batam, 05 febuari 2012

AKU DAN PURNAMA

Gambar
AKU DAN PURNAMA
oleh: reni soengkunie


aku
bersajak dengan senja
menghilang dalam indahnya siang matahari yang sirna

aku
aku
aku
terdiam menunggu purnama
menanti cahaya terang yang tlah lama ku rindukan
telur besar bercahaya

ah, aku tak tahu
aku merindu
aku mendamba
dan
aku menanti sang rembulanku

aku dan purnama yang hilang
sosok kosong dalam hidup
ah, aku

lelah
terpaku pada langit

temani aku
purnama

sirnalah dalam pelopak mataku

mukakuning, jan 2012


LOVE IN VALENTINE'S DAY

KADO VALENTINE OLEH: RENI SOENGKUNIE