Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

MERINDUKAN PURNAMA

Gambar
Merindukan purnama
Oleh: RENI SOENGKUNIE

     Langit senja tlah ditarik perlahan. Sedikit demi sedikit. Kini tinggal pekatnya malam tanpa hiasan purnama. Ah, selalu saja begini. Jutaan mozaik emas yang tersebar seperti butiran wijen itu seolah berkedip-kedip. Merayu mataku untuk tak berhenti mengaguminya. Kutahu bintang kecil itu hanya ingin mengajakku bermain mata. Bersenda gurau ditengah dinginnya malam yang mencekam tubuhku.
Tidak! Malam ini aku malas bermain dengan bintang-bintang itu. Sudah terlalu sering kuhabiskan waktuku hanya untuk mendengarkan ocehan bintang kecil itu. Hambar rasanya. Toh bintang-bintang itu hanya diam melihat kesendirianku disetiap malam.
Aku masih terdiam diteras depan kala jarum jam tlah menunjukan pukul 01.00 dini hari. Entahlah, malam ini aku lebih senang menghabiskan malamku untuk memandangi langit seorang diri. Yah, sendiri. Hanya ada aku dan bayangan hitam mirib diriku.
Aku pun tak tahu kenapa purnama pun enggan keluar malam ini. Malu-malu bersembunyi di…

NANTIKAN AKU DIBATAS WAKTU

Gambar
UNTUK BELAHAN JIWA YANG MASIH DISEMBUNYIKAN Allah*

Duhai akhi
Yang kelak kan menjadi imam dalam sholat dan hidupku
Aku tak pernah tahu siapa engkau yang kan kulengkapi keganjilan tulang rusuknya
Entah engkau jauh ataupun dekat
Entah engkau ku kenal ataupun tak pernah berjumpa
Entah engkau seorang yg beriman ataupun seseorang yang sdang asyik menikmati dunia
Dan kuharap kita bertemu disebuah majelis yang drestui Allah

Wahai akhi,
Bila mana kau yakin akulah tulang rusuk yang hilang dari tubuhmu
Maka jemputlah ragaku dalam restu ilahi
Dengan janji suci
Yang bermahar kesungguhan

Bimbinglah aku kala ilmuku masih rendah
Kuatkan aku kala imanku melemah
Dan rengkuhlah tanganku kala putus asa merajaiku

Bangunkan aku sebuah rumah beratap takwa
Dengan dinding yang kan kuhiasi dengan kasih sayang
Kan ku pagari dengan kesetian
Dan kan kubuat sebuah taman surga didepan rumah kita.

Wahai akhi,
Aku selalu meminta pada Allah, untuk diberi hati yang luas hingga aku mampu menjadi penawar dalam luka hati…

untuk calon suamiku

Gambar
Bila memandang wajahmu, tidaklah haram, maka akan kupandang wajahmu setiap saat
Bila merindukanmu tidaklah salah
Maka akan ku jadikan malam dan siangku untk merindukanmu
Bila berada didekatmu tidaklah dosa
Maka kan kuhabiskan waktuku untuk berbincang dgnmu

Wahai akhi
Aku hanyalah wanita pemalu
Yang hanya bsa menundukan kpala ketika mataku tak sengaja menatap matamu
Yang tak mampu berkata kala aku berada disampingmu
Yang hanya bisa tersenyum kala hati bergejolak

Aku hanyalah wanita biasa
Yang mencintaimu dgn sederhana
Bila mana cinta itu bersyarat
Cukuplah imanmu sbg syarat atas cintaku
Dan karena Allah-lah aku mencintaimu

Akhi, dengarlah
Bukan hanya syair-syair cinta yang ingin ku dengar
Tp cukuplah senandung ayat-ayat suci sbg penyejuk hatiku
Bukan seperangkat alat sholat yg kupinta darimu,
Tp bgaimana kau mengimami sholatku
Bukan emas ataupun permata yg kupinta dr maskawinmu, tp bgaimana kau jadikanku perhiasan dlm hdupmu.
Bukan megahny rumah yg kau bangun untkku, tp cukup bangunkan…

belahan jiwa yang kunanti

Gambar
Aku selalu menunggumu
Meski aku tak tahu siapa dirimu
Aku selalu setia menantimu
Meski tak tahu seperti apa wajahmu
Dan aku selalu merindukanmu
Meski ku tak tahu keberadaanmu.

Dalam kesendirianku
Ku yakin kelak kau kan menemukanku
Kan kau jadikan aku pelengkap dari keganjilan tulang rusukmu

Dirimu
Lelaki yg kelak kan menua bersamaku
Mengarungi hari yang mungkin terasa berat untukmu
Sandarkanlah lelahmu dipundakku
Kan kuusap kegelisahan dibenakmu
Kan ku hiasi rinai hidupmu dgn senyumanku

Disebuah rumah kecil yg kau buat dgn cinta
Berpondasikan iman yg kuat
Berdindingkan kesabaran dan berhiaskan kasih sayang
Kan ku jaga semua dgn kesetian

Bukan indahnya intan permata yg kupinta
Bukan istana megah yang kuingin
Bukan pula tumpukan rupiah
Aku hanya ingin hidup apa adanya bersamamu

Dirimu
Yang kelak kan memujiku cantik
Meski kulitku tlah keriput, dan rambutku tlah memutih
Yang kan menyuapiku kala tanganku tak mampu lg kuangkat
Yang kan memapahku kala aku tak mampu berjalan

Kini biarkanlah …