belahan jiwa yang kunanti


Aku selalu menunggumu
Meski aku tak tahu siapa dirimu
Aku selalu setia menantimu
Meski tak tahu seperti apa wajahmu
Dan aku selalu merindukanmu
Meski ku tak tahu keberadaanmu.

Dalam kesendirianku
Ku yakin kelak kau kan menemukanku
Kan kau jadikan aku pelengkap dari keganjilan tulang rusukmu

Dirimu
Lelaki yg kelak kan menua bersamaku
Mengarungi hari yang mungkin terasa berat untukmu
Sandarkanlah lelahmu dipundakku
Kan kuusap kegelisahan dibenakmu
Kan ku hiasi rinai hidupmu dgn senyumanku

Disebuah rumah kecil yg kau buat dgn cinta
Berpondasikan iman yg kuat
Berdindingkan kesabaran dan berhiaskan kasih sayang
Kan ku jaga semua dgn kesetian

Bukan indahnya intan permata yg kupinta
Bukan istana megah yang kuingin
Bukan pula tumpukan rupiah
Aku hanya ingin hidup apa adanya bersamamu

Dirimu
Yang kelak kan memujiku cantik
Meski kulitku tlah keriput, dan rambutku tlah memutih
Yang kan menyuapiku kala tanganku tak mampu lg kuangkat
Yang kan memapahku kala aku tak mampu berjalan

Kini biarkanlah aku dalam kesendirianku
Datanglah padaku, kala kau tlah yakin dirikulah tulang rusuk yg kau cari.
Dan aku mash disini.

((untuk temanku, yg akan segera menikah- selamat yah))

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beratnya Menjadi Perempuan di Negara Patriarki (Review Novel Perempuan Di Titik Nol)

Review Film The Call Of The Wild