NANTIKAN AKU DIBATAS WAKTU

UNTUK BELAHAN JIWA YANG MASIH DISEMBUNYIKAN Allah*

Duhai akhi
Yang kelak kan menjadi imam dalam sholat dan hidupku
Aku tak pernah tahu siapa engkau yang kan kulengkapi keganjilan tulang rusuknya
Entah engkau jauh ataupun dekat
Entah engkau ku kenal ataupun tak pernah berjumpa
Entah engkau seorang yg beriman ataupun seseorang yang sdang asyik menikmati dunia
Dan kuharap kita bertemu disebuah majelis yang drestui Allah

Wahai akhi,
Bila mana kau yakin akulah tulang rusuk yang hilang dari tubuhmu
Maka jemputlah ragaku dalam restu ilahi
Dengan janji suci
Yang bermahar kesungguhan

Bimbinglah aku kala ilmuku masih rendah
Kuatkan aku kala imanku melemah
Dan rengkuhlah tanganku kala putus asa merajaiku

Bangunkan aku sebuah rumah beratap takwa
Dengan dinding yang kan kuhiasi dengan kasih sayang
Kan ku pagari dengan kesetian
Dan kan kubuat sebuah taman surga didepan rumah kita.

Wahai akhi,
Aku selalu meminta pada Allah, untuk diberi hati yang luas hingga aku mampu menjadi penawar dalam luka hatimu.
Kupinta pundak yang kuat, agar engkau dapat bersandar dibahuku kala engkau lelah.
Kupinta kesabaran yang tak terbatas, agar aku mampu selalu iklas dalam menjalani khdupan bersamamu.

Tak mudah menjalani khdupan dalam mahligai pernikahan,
Namun aku memilih hdup bersamamu
Seorang ikhwan sederhana yang mampu mencintaiku dgn sempurna.
Yakinlah, engkau akan selalu terlihat tampan dengan ketakwaanmu
Dan kau adalah seorang yang kaya dengan kelembutan dan kasih sayangmu,

Dan dalam kerinduanku padamu
Kan ku jaga diriku untuk dirimu
Dan nantikanku dibatas waktu.*

Untukmu, belahan jiwa yang kurindukan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beratnya Menjadi Perempuan di Negara Patriarki (Review Novel Perempuan Di Titik Nol)

Review Film The Call Of The Wild