untuk calon suamiku

Bila memandang wajahmu, tidaklah haram, maka akan kupandang wajahmu setiap saat
Bila merindukanmu tidaklah salah
Maka akan ku jadikan malam dan siangku untk merindukanmu
Bila berada didekatmu tidaklah dosa
Maka kan kuhabiskan waktuku untuk berbincang dgnmu

Wahai akhi
Aku hanyalah wanita pemalu
Yang hanya bsa menundukan kpala ketika mataku tak sengaja menatap matamu
Yang tak mampu berkata kala aku berada disampingmu
Yang hanya bisa tersenyum kala hati bergejolak

Aku hanyalah wanita biasa
Yang mencintaimu dgn sederhana
Bila mana cinta itu bersyarat
Cukuplah imanmu sbg syarat atas cintaku
Dan karena Allah-lah aku mencintaimu

Akhi, dengarlah
Bukan hanya syair-syair cinta yang ingin ku dengar
Tp cukuplah senandung ayat-ayat suci sbg penyejuk hatiku
Bukan seperangkat alat sholat yg kupinta darimu,
Tp bgaimana kau mengimami sholatku
Bukan emas ataupun permata yg kupinta dr maskawinmu, tp bgaimana kau jadikanku perhiasan dlm hdupmu.
Bukan megahny rumah yg kau bangun untkku, tp cukup bangunkan aku sbuah istana disurga.

Mungkin engkau bukanlah manusia sempurna,
Tp aku akan blajar menerima drimu dgn cra yg sempurna
Mungkin parasmu tak bgitu tampan,
Namun kbaikan htimu membuatmu bgtu menawan dmataku

Kita diciptakan dr unsur yg berbeda
Namun driku hanyalah bgian yg hlang drimu
Bila mana wakt it tlah tiba
Raihlah tanganku

Ajaklah ak masuk dlm duniamu
Ajaklah ak menangis bersamamu kala mengingat Allah
Ajaklah ak tersenyum tuk mensyukuri semua nikmat yg ada
Ajaklah ak merenung akan dosa yg menggerogoti hdupku
Ajaklah ak kesurga kelak bersamamu

Tegurlah ak kala ak mulai menyimpang
Marahilah ak kala ak lalai akn kwajibanku
Dan jgn pernah bosan mengingatkanku akan khdupan dan kematian

Akhi
Dalam penantian panjangku menunggumu
Kupasrahkan smua pada sang pemilik cinta.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beratnya Menjadi Perempuan di Negara Patriarki (Review Novel Perempuan Di Titik Nol)

Review Film The Call Of The Wild