RESEP MOVE ON ALA KITCHEN CINTA







Pernah menjalin hubungan yang cukup lama dengan seseorang? sepuluh tahun? delapan tahun? lima tahun? tiga tahun ? atau tak sampai setahun?
tak penting berapa lama kita menjalin hubungan itu, walau pada kenyataannya waktu bisa mengubah perasaan seseorang, namun waktu juga bisa memenjarakan kita dari masa lalu.
bukan hal yang tabu jika banyak orang yang berkata terlalu sulit untuk bangkit dan memulai sebuah hubungan yang baru setelah sekian lama dibanjiri kenangan indah bersama seseorang yang dicintainya.
tapi kenangan dimasa lalu itu tak melulu harus membuatmu pucat seperti kurang piknik, atau murung seperti belum makan selama seminggu, nasi sudah menjadi bubur kata pepatah. sekuat apapun kita mengeraskannya, tak akan bisa seperti semula, begitu juga dengan hatimu. barang yang sudah pernah jatuh dan pecah, tentu akan menyisakan bekas retakan kan?
ini sudah bukan jamannya termehek-mehek, dia yang mungkin selalu kamu panggil disetiap doamu, dia yang membuatmu bercucuran air mata saat mengingatnya, dia yang membuatmu seperti ayam gering :) heeeee.... mungkin sudah mecarai penggantimu dan sudah luamaaaaaa melupakanmu dari hidupnya. mungkin contact bbm mu juga sudah di delcon.
jika itu sulit untukmu coba deh resep buat move on lagi ini ladies:

1) BERSIHKAN HATIMU DARI BARANG-BARANG YANG TAK PERLU
   sudah pernah bangkit dan percaya diri untuk melupakannya, namun tida-tiba jadi melo lagi saat melihat boneka panda pemberiannya saat kamu ulang tahun? hmmm.... kamu tak akan pernah bisa lepas dari kenangannya selama masih ada barang-barang pemberiannya yang bersemayam dikamar kamu.
kalau bernar kamu ingin bergegas bangkit dari rasa sakit entah itu dari sebuaah penghianatan, penelantaran atau dari unsr apapun itu, kamu harus memusiumkan barang-barang yang mengiangatkanmu padanya.
entah itu baju couple kalian berdua, boneka, jam tangan, atau pun foto. karena sekuat apapun kita menjoba untk bangkit, barang-barang itu akan dengan mudah menyeret ikiran dan hati kita pada masa lalu. itu yang membuat seseorang kadang sulit untuk move on.
bila kamu tak tega untuk membuang atau membakar baran-barang itu, kamu bisa mengembalkannya  padannya atau paling tidak kamu mengemasnya dan menyimpannya ditempat yang tidak setiap saat bisa kamu lihat.
hati yang bersih tentu akan membuatmu lebih berleluasa.

2) SIAPKAN PERALATAN PERANGMU
   saat kamu memutuskan untuk melupakan seseorang yang sangat berarti bagimu. tentu itu bukan hal yang mudah seperti membalikan telapak tangan. kamu harus berjuang dan berperang melawan kata hatimu sendiri. inilah yang sering dikatakan orang tentang sebuah konflik batin.
karena kamu akan mengalami pertempuran besar maka kamu harus menyiapkan perlatan perangnya. perlatannya tentu bukan panci, wajan, loyang, atau pedang yah! kita bukan ingin demo masak atau ikut perang diponogoro gaes.
nah peralatan yang saya maksud adalah
       a) alat penyumbat kuping
          setelah putus tentu kamu akan banyak sekali mendengar ocehan kepo teman-temanmu yang tanya sana-tanya sini seperti wartawan. ini tak bisa dipungkiri. entah maksud mereka karena peduli padamu atau hanya ingin tahu gosip ter update ini tentu akan mengusikmu dan menjadi tekanan tersendiri.
disaat kamu harus menata hati setelah hancur dan bersisa kepingan, kamu juga harus menyiapkan mental menjawab satu persatu pertanyaan dari orang-orang disekitarmu.
oleh karena itu kamu harus menyiapkan penyumbat kuping, kamu tak harus pura-pura tak mendengar paling tidak kamu punya filter untuk menyaring perkataan mereka yang sok tau tentang hubungan kalian.
alat ini diperlukan banget saat mereka mulai membuka kembali lembaran luka yang susah payah sudah mulai kau obati. tak perlu ditanggapi, senyumin aja. dan bilang padanya dengan penuh keyakinan. 'AKU RA POPO'

   b) kuas warna
     setelah mendung yang menyelimuti hatimu dan badai hujan yang mengguyur harimu tentu akan menyisakan warna abu-abu dalam dinding hatimu. inilah saatnya kamu mewarnai langit-langit hatimu dengan warna-warna yang cerah. warna yang cerah ini akan mudah melahirkan semangat baru dibanding kamu harus mengurung dirimu dikamar gelap.
isilah warna-warna itu dengan kebahgian, senyuman dan tawa. munculkan sensasi warna yang menakjubkan saat kamu melukis hatimu.

   c) kulkas penyimpanan
     waktu yang terlalu lama tentu akan menuliskan banyak lembaran cerita dalam bukumu. itu tentu bukan hal yang mudah untuk menghapus satu persatu lembaran cerita itu. makanya kulkas ini berfungsi untuk menyimpan data-data yang memnag tak ingin kamu lupakan. kamu memnag tak harus melupakan semua kenangan tentangnya, itu bonus perjalan yang kelak akan bisa menjadi bahan pembelajaran untukmu.
maka simpanlah kenangan yang sekirannya kelak masih kamu butuhkan dimasa depan.


3) ATUR TIMER
  Seperti halnya mengoven, untuk move on pun harus kamu timer. boleh kamu terluka dan merasa sedih akan kegagalan jalinan cintamu, namun jangan lupa, umurmu juga terus berjalan. kamu tak bisa hidup hanya dengan masa lalumu. kisahmu mungkin sudah berakhir tapi hidupmu masih terus berjalan. waktu itu begitu lunak, kamu tak akan sadar waktu yang kamu habiskan untuk sebuah kekonyolanmu itu.
waktu mungkin akan membuat seseorang menua tapi waktu tak selalu bisa membuat seseorang mendewasa. maka atur timer di hidupmu. masih banyak mimpi-mimpi berkualitasmu yang harus kamu raih dibandingkan harus hidup menyedihkan dengan melihat foto-foto masa lalu.

4) HIDANGKAN MAKANAN SEINDAH MUNGKIN
  trlalu lama hidup dalam kesedihan tentu akan membuatmu lupa bagaimana cara tersenyum yang manis. jangan sepelekan sebuah penampilan. sebuah snyuman, ucapan, sikap adalah penentu penilaian seseorang. maka tunjukanlah senyum termanismu kesemua orang, bertutur katalah ssehalus mungkin, dan bersikaplah selembut mungkin. siap tahu ada satu diantara mereka yang membalas senyummu juga akan membalas cintamu. :)

semoga kamu menjadi jomlo yang berkualitas tinggi. yang tidak termehek-mehek lagi dengan hal konyol. dan semoga segera mendapatkan pasangan yang dengan penuh keyakinan mengajakmu kejenjang pernikahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beratnya Menjadi Perempuan di Negara Patriarki (Review Novel Perempuan Di Titik Nol)

Review Film The Call Of The Wild