REVIEW SIRKUS POHON



Peluncuran buku ke sepuluh Pak Cik Hirata ini, sangat spesial bagi saya, Boi! Ojeh. biar aku ceritakan padamu kenapa aku mengatakan buku ini sangat spesial. Yang pertama, karena aku mendapatkan kesempatan untuk menjadi saksi peluncuran buku Sirkus Pohon ini. Hari ke dua setelah buku ini resmi di umumkan, aku mendapatkan kesempatan dari penerbit yaitu Bentang Pustaka, untuk mengahdiri talk show Pak Cik di acara Sarah Sechan, Net Tv.
Aku bisa melihat langsung bagaiman Pak Cik menceritakan dengan penuh makna isi dari buku yang di tulisnya ini. Amboi, tak terbayangkan bagaimana bahagianya aku bisa bertemu Pak Cik, sekaligus bisa masuk TV. (abaikan saja yah)
Yang ke dua, saya termasuk fans garis keras Pak Cik. Dari buku pertamanya Laskar Pelangi hingga buku ke sepuluhnya ini saya selalu mengikuti petualangan demi petualangan yang ditulisakna oleh Pak Cik.  hingga datangnya buku ini sangat berkesan bagi saya. Kini ijinkan saya menceritakan bagimana isi dari buku ini.
.....

Tet...tet...tett...
"Bangun pagi, Let's go."

ada banyak kisah sederhana disekitar kita yang kadang tak pernah kita perhatikan. Padahal orang-orang di sekitar kita adalah sesuatu yang berharga. lewat buku ini pak Cik dengan gaya yang apa yah, Pokoknya asyiklah, dia menceritakan kisah-kisah sederhana yang mampu membuat saya terbengong-bengong hingga beberapa halaman.
coba katakanlah, pohon delima, apa istimewanya coba? tapi aduhai, Pak cik menggabungkan pohon berbuah manis itu dengan tahayul, mistik, dan hal-hal gaib yang memang masih kental dipercayai oleh masyarakat kita.
masih mengusung budaya Balitung yang kental. Pak Cik seolah memelayukan seluruh pembaca. benar kata orang, bahwa kita akan berasa menjadi orang melayu saat membaca buku-buku Pak Cik.
Buku ini sangat beragam kisahnya. namun mampu membuat saya terkagum-kagum. lihat saja bagaimana ada orang setulus Hobri. dia yang ingin mencintai layaknya cinta Berlian pada Intan. siapa mereka? dua kutilang yang hinggap di pohon Delima, Boi!
aih, belum lagi kisah kerinduan yang begitu panjang yang di kisahkan oleh dua sejoli yaitu Tegar dan tara. sebuah kekeonyolan yang bikin gemes sekaligus terharu.
.

ada unsur politik yang memeng begitulah adanya. sebuah pencitraan dan kemuakan masyarakat akan semua hal itu. semua dikemas dalam watak gastori ataupun antek-anteknya, penasihat Abdul rapi.
tentang Ending dari kisah ini, aku yakin kau tak pernah bisa menebaknya meski IQmu 1900, Boi. aku sampai tercengah saat memebca kata 'End'. butuh kurang lebih sepuluh menit untuk merapatkan mulutku yang masih menga-nga. amboi, bagus nian buku Pak Cik ini. tak ingin rasanya aku berhenti membaca.
oh, iya aku belum sebutkan tokoh yang begitu aku kagumi di dalam buku ini. Taripol. si bermucorah. ketua mafia geng granat. idola baruku, Boi.
aku yakin nanti kau juga akan mengidolakan keculasan manusia yang satu itu.
jangan lupa baca yah, boi!

judul   : Sirkus Pohon
penulis : Andrea Hirata
penerbit: Bentang Pustaka
isbn    :978-602-291-409-9




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beratnya Menjadi Perempuan di Negara Patriarki (Review Novel Perempuan Di Titik Nol)

Review Film The Call Of The Wild