Menyulap Sampah Menjadi Kerajian Bernilai Jual Tinggi



           
Menyulap Sampah Menjadi Kerajian Bernilai Jual Tinggi

pict: contoh hasil karya kang Azis

Ide kreatif  bisa muncul dari mana saja dan dari apa saja. Bahkan dari sampah yang sering dianggap barang tak berguna dan tak bernilai sekalipun. Banyaknya sampah kaleng minuman yang notabene merupakan sampah non organik yang sulit terurai ini ternyata dimanfaatkan oleh Abdul Azis (27) warga Kp Pabuaran Rt/Rw (01/01) desa Pangkat, Jatiyanti, Tangerang untuk dijadikan kerajinan yang unik.
Bapak satu anak yang kerap disapa dengan panggilan akrab kang Azis ini nyatanya bisa menyulap sampah kaleng menjadi miniatur vespa, herley, pesawat terbang, becak dan masih banyak lagi. Tak sampai disitu, kang Azis juga memanfaatkan sisa-sisa kayu, triplek serta bambu yang sudah tak terpakai menjadi miniatur  perahu.


Berawal dari rasa keprihatinannya menyaksikan sampah kaleng yang semakin hari semakin banyak dibuang orang dijalanan, membuat kang azis jadi terinspirasi membuat kerajinan yang bernilai estetika. Sebenarnya kang Azis membuat miniatur itu hanya untuk mainan anaknya dan koleksi hiasan yang diletakkan diruang tamu, namun lama-kelaman banyak teman dan tetangga yang mulai tertarik dan memesan miniatur itu.
“Biasanya saya menjual miniatur motor itu seharga 50-100 ribu, dan miniatur perahu seharga 100-400 ribu, sesuai dengan tingkat kesulitan dan lama pengerjaannya” 
Untuk membuat miniatur vespa dan herley biasanya kang Azis bisa menyelesaikan tiga unit dalam seharinya sedangkan untuk perahu pinisi dan kapal cargo, kang azis bisa menyelesaikannya dalam waktu 1-2 hari untuk satu unitnya. Kang azis juga sering membuat perahu botol yang sering dijadikan souvenir.


Kang azis mengaku bahwa sampai saat ini belum memiliki toko resmi untuk menjual barang-barang kerajianannya, selama ini miniaturnya hanya dijual kepada teman-teman dan tetangga. Namun seiring berjalannya jaman, media sosial ikut andil dalam melebarkan pemasaran kerajinannya.
“Banyak orang yang memesan miniatur saya lewat facebook” jelas kang Azis.
Berkat karya-karyannya itu, kini kang Azis sudah  menjadi member di Karawang Creative Nigh (KCN) sebagai tukang miniatur perahu. Menurut kang Azis , semua orang juga bisa membuat miniature seperti miliknya, karena tak membutuhkan modal yang banyak, hanya kemauan dan ketelatenan.

Apakah anda tertarik untuk mengurangi volume sampah dengan membuat miniatur dari bahan baku sampah kaleng? Atau ingin memiliki miniatur tersebut  sebagai hiasan atau koleksi?
Silahkan hub kang Azis :
Hp: 085778640178
Bbm 5884D765



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beratnya Menjadi Perempuan di Negara Patriarki (Review Novel Perempuan Di Titik Nol)

Review Film The Call Of The Wild