Grojogan Watu Purbo: Wisata Alam Jogja Nan Cantik Dan Murah Meriah





Beberapa waktu lalu sempat viral sebuah wisata baru yang menampakan sebuah grojogan lapis enam dengan background Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Dalam kurun waktu singkat tempat wisata tersebut sudah ramai didatangi oleh banyak wisatawan. Bahkan teman saya yang tinggal di daerah Bantul bersepeda sampai ke lokasi ini. Katanya sih olahraga sambil piknik. Memang sih beberapa kali saya sering melihat banyak para pencinta olahraga sepeda datang ke Gerojogan Watu Purbo.


Saya sendiri sempat kaget saat tahu alamat lengkap wisata Grojogan Watu Purbo ini, karena ternyata oh ternyata lokasinya sangat dekat sekali dengan rumah orangtua saya di kampung. Mungkin hanya sekitar 10-15 menit saja jika berkendara dengan sepeda motor atau mobil. Anehnya lagi, lokasi wisata yang beralamat lengkap di Bangunrejo, Merdikorejo, Tempel, Sleman, Yogyakarta, ini hanya terletak tepat di belakang rumah salah satu teman sekolah saya. Dulu saat masih sekolah saya sangat suka main ke rumah teman saya ini, gak menyangka saja kalau di dekat rumahnya itu ada tempat seindah ini ternyata. Hmmm…terlalu.

Menurut beberapa artikel yang saya baca sih memang tempat wisata ini baru dibuka atau dipromosikan sekitar tahun 2017 silam, sehingga wajar sih ketika dulu saya masih sekolah tempat ini belum terkenal seperti saat ini. Padahal grojogan ini sudah dibangun sekitar tahun 1997 dan digunakan untuk menekan adanya luapan lahr dingin dari Gunung Merapi. 

 Karena tak mau ketinggalan dengan orang-orang, saya pun penasaran sekali ingin melihat secara langsung Grojogan Watu Purbo yang terletak di aliran Kali Krasak.Untuk sampai ke lokasi wisata ini kita bisa lewat Jalan Magelang biar lebih mudah. Nanti setelah sampai di perempatan lampu merah Tempel, kita bisa ambil arah utara, lalu ikutan jalan dan lurus saja sampai menemukan gapura yang bertuliskan Merdikorejo. Setelah sampai sana kita ikuti saja petunjuk jalan yang sudah terpapang di sana. Sebenarnya sih lokasi wisata ini agak masuk ke tengah desa, dan akses jalan masuknya masih berupa tanah serta bebatuan dan belum beraspal. Tapi tak terlalu sulit untuk dilalui. 

Berikut  biaya masuk ke wisata Gerojogan Watu Purbo ini:
Sepeda: Rp. 2000
Sepeda Motor: 5000
Mobil: 10.000
Bus kecil: 30.000
Bus Besar: 50.000

Biaya parkir ini sekaligus biaya masuk ke wisata yah, Teman-Teman. Sehingga setelah membayar biaya parkir ini kita tidak akan dimintai uang untuk biaya tiket masuk lagi.
Kemarin waktu ke sana kebetulan pas hari Senin, sehingga tak banyak wisatawan yang datang. Kalau pas hari libur atau weekend gitu biasanya wisata ini bakalan penuh dan kita akan kesusahan untuk foto-foto. 

Sebelum masuk tempat wisata atau di area parkir akan ada banyak gubuk-gubuk tempat warga sekitar berjualan. Ada yang jualan salak sebagai maskot buah asli daerah Sleman, dawet, soto, cilok, gorengan, bakso, dan lain-lain. Jadi jangan khawatir kalau pas main ke sini kita kelaparam. Selain itu tak takut juga kalau harganya mahal mentang-mentang di lokasi wisata, karena kalau mau tahu  harga yang dijual itu murah-murah sekali.

Saya sendiri kemarin pas di sana jajan dawet selendang mayang yang harganya cuma 4.000 dan soto ayam yang harganya cuma 6000. Dengan uang sepuluh ribu saja, perut saya sudah dimajakan dengan kenikmatan yang hakiki. Mantaplah pokoknya,

Di tempat wisata Grojokan Watu Purbo ini ada beberapa falitas yang tersedia, seperti gazebo, taman bunga, dan toilet tentu saja. Selain itu jika kita berjalan ke bawah di sana juga tersedia beberapa warung yang menjual makanan ringan. Sehingga ketika pas kita sudah turun ke bawah dan mendadak haus atau lapar, kita tak perlu naik cari warung. Tapi ingat ya, jangan buang sampah sembarangan. Buang di tempat sampah atau gak dibawa naik ke atas.

Berwisata di alam seperti ini sungguh sangat menyenangkan sekali. Terlebih udara di daerah Tempel itu masih sejuk banget ala udara pegunungan gitu. Airnya juga jernih dan dingin sekali. Ada banyak bebatuan di sini, sehingga tak heran juga dinamakan Grojogan Watu Purbo. Gak tahu yang mana batu yang paling tuanya.

Gimana minat buat main ke Grojogan Watu Purbo ini? Nanti setelah pademi corona ini berakhir dan dunia kembali membaik, yuk agendakan main ke tempat ini. Dijamin gak bakal nyesel deh.

Tidak ada komentar